Rabu, 22 Maret 2017

Artikel Judul Penelitian



Judul Penelitian

Berty Ghany Mu’Thi Pratiwi
Institut Agama Islam Negeri Metro
E-mail: bertyghany08@gmail.com

Sebelum menentukan judul, akan lebih baiknya jika kita menentukan topik dan tema terlebih dahulu, supaya kita mudah untuk menentukan judul yang akan kita buat. Menentukan topik merupan hal yang pertama kali dilakukan untuk mempuat karya tulis. Ciri dari sebuah topik adalah menggunakan bahasa yang masih umum belumterlalu mendetail. Dan setelah menentukan topik lebih baiknya jika kita menentukan tema, tema biasanya ditulis dari pokok pemiiran si penulis itu sendiri.[1]
Dan kemudian menentukan judul, karena judul merupakan sebuah kepaala dari suatu karya tulis, judul merupakan hal penting bagi penelitian tetapi bukan termasuk masalah pokok atau ide sebuah penelitian. Hubungan topik dengan judul adalah, topik menentukan judul karangan yang dibuat, sedangkan judul menggambarkan topik karangan yang dibuat.
Judul merupakan hal terpenting untuk membuat suatu tulisan atau dokumen. Judul adalah bagian yang lebih khusus dibandingkan topik. Judul juga merupakan nama yang tersirat untuk sebuah karya yang ingin dibuat. Sebuah judul yang baik harus bisa membuat seseorang yang ingin membacanya menjadi tertarik untuk melihat hasil tulisan yang dilihatnya. Judul juga seharusnya bisa relevan dengan isi dari tulisan yang kita buat. Judul Penelitian hendaknya spesifik, mengacu pada variabel/ objek/ model/ formula/ produk/ sistem; singkat dan padat (tidak lebih dari 20 kata) namun tetap komunikatif, mengacu pada hakekat penelitian, dan menarik (penelitian tersebut layak dan perlu).[2]
Untuk membuat suatu tulisan kita menentukan judul terlebih dahulu, judul disini digunakan untuk menjadi patokan dalam pebuatan isi suatu karya tulis. Judul tidak boleh menggunakan bahasa yang susah untuk dimengerti pembaca. Judul juga harus membuat minat pembaca untuk membaca hasil karya kita. Sebaiknya judul juga bukan termaksud kepada pertanyaan. Jika kita ingin menentukan judul akan lebih baiknya jika kita menentukan topik, dan tema terlebih dahulu. Penelitian juga merupan usaha untuk menemukan,  mengembangkan, menguji kebenaraan data-data yang telah dikumpulkan dan diuji kebenarannya.
Penelitian adalah sebuah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu secara teliti, kritis dalam mencari fakta-fakta dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Keinginan untuk mengetahui sesuatu tersebut secara teliti, muncul karena adanya suatu masalah yang membutuhkan jawaban yang benar. Berbagai alasan yang menjadi sebab munculnya sebuah penelitian.[3]
Ilmu adalah rangkaian dalam penelitian, ilmu merupakan metode dalam penelitian, ilmu biasanya juga disebut dengan pengetahuan ilmiah, ilmu pada dasarnya tidak tampak, tetapi akan menjadi nyata jikamana dijelaskan secara benar semisal di buku pelajaran-pelajaran, majalah-majalah kejuruan.[4]
Tujuan penelitian secara umum di perguruan tinggi adalah : a. Menghasilkan penelitian yang sesuai dengan prioritas nasional yang ditetapkan pemerintah; b. Menjamin pengembangan penelitian unggulan spesifik berdasarkan keunggulan, komparatif dan kompetitif; c. Mencapai dan meningkatkan mutu sesuai target dan relevansi hasil penelitian bagi masyarakat Indonesia; d. Meningkatkan desimenasi hasil penelitian dan perlindungan secara nasional dan internasional.[5]Tujuan utama sebuah penelitian adalah pengembangan kebenaran dalam ilmu pengetahuan.[6]
Terkadang didalam sebuah penelitianjuga terdapat permasalahan diantaranya seperti, kesenjangan antara teori dan fakta, maka dengan penelitian atas dasar masalah di dalam hukum Islam, dengan sendirinya akan menghadirkan jawaban yang lebih objektif.[7]
Penelitian merupakan salah satu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan mengesahkan hasil dari pendidikan. Penelitian juga harus sesuai dengan langkah-langkah secara, mengembangkan hasil penelitian yang dimiliki, melakukan uji coba lapangan sesuai dengan latar belakang dimana hasil penelitian itu akan dipakai, dan melakukan revisi terhadap hasil yang diperoleh dari uji coba lapangan.[8]
Judul penelitian sangat penting untuk dibuat karena judul penelitian merupakan panduan penulis untuk menulis isi yang ingin di tuliskan di suatu karya tulis. Suatu judul penelitian di haruskan untuk memiliki kaitan dengan isi. Judul juga tidak boleh menggunkan kata-kata yang terlalu meluas. Jika memilih judul penelitian akan lebih baik jika mengambil judul yang masih jarang digunakan di tulisan yang lainnya. Harus juga menggunakan gambaran yang bisa dibuat secara spesifik untuk mengetahui metode yang digunakan di dalam tulisan tersebut. Pada intinya judul harus jelas dan singkat tetapi tetaps dalam konteks pembahasan yang ingin kita bahas. judul adalah nama, merek, atau label sebuah karangan.judul juga harus bersifat ekplisif.Judul yang bagus adalah yang jelas, ringkas dan mencerminkan masalah apa yang akan atau telah dibahas.[9]
Disini saya akan bahas juga tentang tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 1. To explore (penjajagan), tujuannya berusaha untuk pengembangan awal, mencari gambaran kasar atau mencari pemahaman tentang sesuatu yang belum diketahui sebelumnya; 2. to describe, tujuannya untuk menggambarkan sesuatu yang akan diteliti secara apa adanya atau melakukan pengukuran yang cermat terhadap sesuatu; 3. To explain, tujuannya untuk menjelaskan hubungan kausal dengan mengembangkan pengujian hipotesa; 4. To understand, tujuannya untuk memahami sesuatu secara mendalam; 5. To predict, tujuannya untuk melakukan ramalan kejadian tertentu dimasa mendatang, setelah melakukan pemahaman dan penjelasan atas fenomena tertentu sebagai landasannya;  6. To change, tujuannya untuk melakukan intervensi, seperti membantu partisipasi dan lain-lain.[10]
Tata cara yang harus dilakukan oleh seorang ilmuan adalah melakukan penelitian yang  sanagat mendalam atas sebuah masalah dengan cara yang ilmiah  yang disertai dengan pelukisan, pengamatan, penggolongan, pegukuran, penguraian, penyelidikan, percobaan dan perbandingan.[11]
Ada juga sebuah penelitian yang mengarah pada pendeskripsian pada dunia-dunia non-fisik yang mengantarai alam dunia dan Tuhan. Penelitian ini biasanya disebut penelitian kosmografi.[12]
Akal manusia merupakan anugerah dari Allah yang tidak dapat di nilai. Dengan akalnya manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Dengan akalnya manusia dapat mencapai kemajuan, dengan akal manusia dapat memiliki ilmu pengetahuan dan dengan akalnya manusia mau mengkaji dan mengadakan penelitian terhadap segala ciptaan Allah. jadi penilitian juga harus menggunakan pemikiran yang pasti untuk mengkaji berbagai macam permasalahan.[13]
Jadi dapat disimpulkan bahwa cara menentukan judul penelitian, kita harus menggunakan bahasa yang singkat dan jelas. Dan kita dapat menentukan judul penelitian yang jarang digunakan seseorang, di dalam menentukan judul penelitian kita juga harus membuat para pembaca tertarik dengan apa yang ingin kita buat dengan hanya melihat judulnya. Judulnya pun juga harus bersifat khusus tidak global dan menggunakan bahasa uang mudah dimengerti untuk menentukan judul penelitian. Judul yang dibuat juga harus memiliki keaktualan yang sanagt tinggi supaya para pembaca bisa percaya sepenuhnya pada tulisan kita. Judul penelitian juga tidak boleh terlalu panjang dan tidak boleh juga judulnya terlalu pendek.

Referensi
Ahmad Rajafi. “Islam dan Kearifan Lokal (Pembaharuan Hukum Keluarga di Indonesia Model Inkulturasi Wahyudan Budaya Lokal)” Akademika, 21 (n.d.).
Akla. “Deasain  materi ajar Bahasa Arab Berbasis Cerita Rakyat untuk Tingkat Madrasah Ibtidaiyah.” 2016, 01, Akademika, vol 21 (n.d.).
Dedi Wahyudi. “Islam dan Dialog Antar Kebudayaan (Studi Dinamika Islam di Dunia Barat).” Akademika Vol. 1, No. 2 (n.d.).
Dr. Vina Salviana DS, M.Si. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Internal Pengusulan Hak Kekayaan Intelektual dan Publikasi Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Malang. 2014 ed. Direktoraat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang, n.d.
Ida Umami. “Hakekat Penciptaan Manusia dan Pengembangan Dimensi Kemanusiaan serta Urgensinya Terhadap Perkembangan dan Kelestarian Lingkungan dakam Prespektif Al Qur’an.” Akademika Vol. 19, No. 02, (n.d.).
Imam Machali,. Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif). 2016 ed. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, n.d.
Lukas S. Musianto. “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian,” no. 2, 4 (n.d.).
M. Alfatih Suryadilaga. “Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Analisis Komparatif Islam dan Barat).” Akademika, n.d.
Mohammad Mulyadi. “Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Pemikiran Dasar Menggabungkanya,” no. 1, 12 (n.d.).
Siti Nurjanah. “Kosmologi dan Sains dalam Islam” Akademika,  18, no. 1 (n.d.).
Stefanus St. “Bagaimana Cara Menyusun Proposal Tesis Teknik Informatika,” n.d., 1.



[1] Imam Machali, Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif), 2016 ed. (Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, n.d.), bk. hal 25.
[2] Stefanus St., “Bagaimana Cara Menyusun Proposal Tesis Teknik Informatika,” n.d., 1.
[3] Mohammad Mulyadi, “Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Pemikiran Dasar Menggabungkanya,” no. 1, 12 (n.d.): hal. 128.
[4] Dedi Wahyudi, “Islam dan Dialog Antar Kebudayaan (Studi Dinamika Islam di Dunia Barat),” Akademika Vol. 1, No. 2 (n.d.): hal. 247.
[5] Vina Salviana ., Pedoman Pelaksanaan Penelitian Internal Pengusulan Hak Kekayaan Intelektual dan Publikasi Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Malang, 2014 ed. (Direktoraat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang, n.d.), 2.
[6] Lukas S. Musianto, “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif dalam Metode Penelitian,” no. 2, 4 (n.d.): hal. 124.
[7] Ahmad Rajafi, “Islam dan Kearifan Lokal (Pembaharuan Hukum Keluarga di Indonesia Model Inkulturasi Wahyudan Budaya Lokal)” Akademika, 21 (n.d.): hal. 72.
[8] Akla, “Deasain  materi ajar Bahasa Arab Berbasis Cerita Rakyat untuk Tingkat Madrasah Ibtidaiyah,” 2016, 01, Akademika, vol 21 (n.d.): hal.154.
[9] Imam Machali, Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif), 128.
[10] Ibid., 34.
[11] M. Alfatih Suryadilaga, “Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Analisis Komparatif Islam dan Barat),” Akademika, n.d., hal. 4.
[12] Siti Nurjanah, “Kosmologi dan Sains dalam Islam” Akademika,  18, no. 1 (n.d.): hal. 30.
[13] Ida Umami, “Hakekat Penciptaan Manusia dan Pengembangan Dimensi Kemanusiaan serta Urgensinya Terhadap Perkembangan dan Kelestarian Lingkungan dakam Prespektif Al Qur’an,” Akademika Vol. 19, No. 02, (n.d.): hal. 357.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar