Judul
Penelitian
Berty Ghany
Mu’Thi Pratiwi
Institut Agama Islam Negeri Metro
E-mail: bertyghany08@gmail.com
Sebelum menentukan
judul, akan lebih baiknya jika kita menentukan topik dan tema terlebih dahulu,
supaya kita mudah untuk menentukan judul yang akan kita buat. Menentukan topik
merupan hal yang pertama kali dilakukan untuk mempuat karya tulis. Ciri dari
sebuah topik adalah menggunakan bahasa yang masih umum belumterlalu mendetail.
Dan setelah menentukan topik lebih baiknya jika kita menentukan tema, tema
biasanya ditulis dari pokok pemiiran si penulis itu sendiri.[1]
Dan kemudian menentukan
judul, karena judul merupakan sebuah kepaala dari suatu karya tulis, judul
merupakan hal penting bagi penelitian tetapi bukan termasuk masalah pokok atau
ide sebuah penelitian. Hubungan topik dengan judul adalah,
topik menentukan judul karangan yang dibuat, sedangkan judul menggambarkan
topik karangan yang dibuat.
Judul merupakan hal
terpenting untuk membuat suatu tulisan atau dokumen. Judul adalah bagian yang
lebih khusus dibandingkan topik. Judul juga merupakan nama yang tersirat untuk
sebuah karya yang ingin dibuat. Sebuah judul yang baik harus bisa membuat
seseorang yang ingin membacanya menjadi tertarik untuk melihat hasil tulisan
yang dilihatnya. Judul juga seharusnya bisa relevan dengan isi dari tulisan
yang kita buat. Judul Penelitian hendaknya spesifik, mengacu pada variabel/
objek/ model/ formula/ produk/ sistem; singkat dan padat (tidak lebih dari 20
kata) namun tetap komunikatif, mengacu pada hakekat penelitian, dan menarik
(penelitian tersebut layak dan perlu).[2]
Untuk membuat suatu
tulisan kita menentukan judul terlebih dahulu, judul disini digunakan untuk
menjadi patokan dalam pebuatan isi suatu karya tulis. Judul tidak boleh
menggunakan bahasa yang susah untuk dimengerti pembaca. Judul juga harus
membuat minat pembaca untuk membaca hasil karya kita. Sebaiknya judul juga
bukan termaksud kepada pertanyaan. Jika kita ingin menentukan judul akan lebih
baiknya jika kita menentukan topik, dan tema terlebih dahulu. Penelitian juga
merupan usaha untuk menemukan,
mengembangkan, menguji kebenaraan data-data yang telah dikumpulkan dan
diuji kebenarannya.
Penelitian adalah
sebuah proses kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui sesuatu secara teliti,
kritis dalam mencari fakta-fakta dengan menggunakan langkah-langkah tertentu. Keinginan
untuk mengetahui sesuatu tersebut secara teliti, muncul karena adanya suatu
masalah yang membutuhkan jawaban yang benar. Berbagai alasan yang menjadi sebab
munculnya sebuah penelitian.[3]
Ilmu adalah rangkaian
dalam penelitian, ilmu merupakan metode dalam penelitian, ilmu biasanya juga
disebut dengan pengetahuan ilmiah, ilmu pada dasarnya tidak tampak, tetapi akan
menjadi nyata jikamana dijelaskan secara benar semisal di buku pelajaran-pelajaran,
majalah-majalah kejuruan.[4]
Tujuan penelitian secara umum di
perguruan tinggi adalah : a. Menghasilkan penelitian yang sesuai dengan prioritas
nasional yang ditetapkan pemerintah; b. Menjamin pengembangan penelitian
unggulan spesifik berdasarkan keunggulan, komparatif dan kompetitif; c.
Mencapai dan meningkatkan mutu sesuai target dan relevansi hasil penelitian
bagi masyarakat Indonesia; d. Meningkatkan desimenasi hasil penelitian dan
perlindungan secara nasional dan internasional.[5]Tujuan
utama sebuah penelitian adalah pengembangan kebenaran dalam ilmu pengetahuan.[6]
Terkadang didalam sebuah penelitianjuga
terdapat permasalahan diantaranya seperti, kesenjangan antara teori dan fakta,
maka dengan penelitian atas dasar masalah di dalam hukum Islam, dengan
sendirinya akan menghadirkan jawaban yang lebih objektif.[7]
Penelitian merupakan salah satu proses
yang dipakai untuk mengembangkan dan mengesahkan hasil dari pendidikan.
Penelitian juga harus sesuai dengan langkah-langkah secara, mengembangkan hasil
penelitian yang dimiliki, melakukan uji coba lapangan sesuai dengan latar
belakang dimana hasil penelitian itu akan dipakai, dan melakukan revisi
terhadap hasil yang diperoleh dari uji coba lapangan.[8]
Judul penelitian sangat
penting untuk dibuat karena judul penelitian merupakan panduan penulis untuk
menulis isi yang ingin di tuliskan di suatu karya tulis. Suatu judul penelitian
di haruskan untuk memiliki kaitan dengan isi. Judul juga tidak boleh menggunkan
kata-kata yang terlalu meluas. Jika memilih judul penelitian akan lebih baik
jika mengambil judul yang masih jarang digunakan di tulisan yang lainnya. Harus
juga menggunakan gambaran yang bisa dibuat secara spesifik untuk mengetahui
metode yang digunakan di dalam tulisan tersebut. Pada intinya judul harus jelas
dan singkat tetapi tetaps dalam konteks pembahasan yang ingin kita bahas. judul
adalah nama, merek, atau label sebuah karangan.judul juga harus bersifat ekplisif.Judul
yang bagus adalah yang jelas, ringkas dan mencerminkan masalah apa yang akan
atau telah dibahas.[9]
Disini saya akan bahas
juga tentang tujuan penelitian adalah sebagai berikut : 1. To explore (penjajagan), tujuannya berusaha untuk pengembangan
awal, mencari gambaran kasar atau mencari pemahaman tentang sesuatu yang belum
diketahui sebelumnya; 2. to describe,
tujuannya untuk menggambarkan sesuatu yang akan diteliti secara apa adanya atau
melakukan pengukuran yang cermat terhadap sesuatu; 3. To explain, tujuannya untuk menjelaskan hubungan kausal dengan
mengembangkan pengujian hipotesa; 4. To
understand, tujuannya untuk memahami sesuatu secara mendalam; 5. To predict, tujuannya untuk melakukan
ramalan kejadian tertentu dimasa mendatang, setelah melakukan pemahaman dan penjelasan
atas fenomena tertentu sebagai landasannya;
6. To change, tujuannya untuk
melakukan intervensi, seperti membantu partisipasi dan lain-lain.[10]
Tata cara yang harus
dilakukan oleh seorang ilmuan adalah melakukan penelitian yang sanagat mendalam atas sebuah masalah dengan
cara yang ilmiah yang disertai dengan
pelukisan, pengamatan, penggolongan, pegukuran, penguraian, penyelidikan,
percobaan dan perbandingan.[11]
Ada juga sebuah
penelitian yang mengarah pada pendeskripsian pada dunia-dunia non-fisik yang
mengantarai alam dunia dan Tuhan. Penelitian ini biasanya disebut penelitian
kosmografi.[12]
Akal manusia merupakan
anugerah dari Allah yang tidak dapat di nilai. Dengan akalnya manusia dapat
membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Dengan akalnya
manusia dapat mencapai kemajuan, dengan akal manusia dapat memiliki ilmu
pengetahuan dan dengan akalnya manusia mau mengkaji dan mengadakan penelitian
terhadap segala ciptaan Allah. jadi penilitian juga harus menggunakan pemikiran
yang pasti untuk mengkaji berbagai macam permasalahan.[13]
Jadi dapat disimpulkan
bahwa cara menentukan judul penelitian, kita harus menggunakan bahasa yang
singkat dan jelas. Dan kita dapat menentukan judul penelitian yang jarang
digunakan seseorang, di dalam menentukan judul penelitian kita juga harus
membuat para pembaca tertarik dengan apa yang ingin kita buat dengan hanya
melihat judulnya. Judulnya pun juga harus bersifat khusus tidak global dan
menggunakan bahasa uang mudah dimengerti untuk menentukan judul penelitian.
Judul yang dibuat juga harus memiliki keaktualan yang sanagt tinggi supaya para
pembaca bisa percaya sepenuhnya pada tulisan kita. Judul penelitian juga tidak
boleh terlalu panjang dan tidak boleh juga judulnya terlalu pendek.
Referensi
Ahmad Rajafi. “Islam dan Kearifan Lokal (Pembaharuan
Hukum Keluarga di Indonesia Model Inkulturasi Wahyudan Budaya Lokal)”
Akademika, 21 (n.d.).
Akla.
“Deasain materi ajar Bahasa Arab
Berbasis Cerita Rakyat untuk Tingkat Madrasah Ibtidaiyah.” 2016, 01,
Akademika, vol 21 (n.d.).
Dedi
Wahyudi. “Islam dan Dialog Antar Kebudayaan (Studi Dinamika Islam di Dunia
Barat).” Akademika Vol. 1, No. 2 (n.d.).
Dr.
Vina Salviana DS, M.Si. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Internal Pengusulan
Hak Kekayaan Intelektual dan Publikasi Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah
Malang. 2014 ed. Direktoraat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
Universitas Muhammadiyah Malang, n.d.
Ida
Umami. “Hakekat Penciptaan Manusia dan Pengembangan Dimensi Kemanusiaan serta
Urgensinya Terhadap Perkembangan dan Kelestarian Lingkungan dakam Prespektif Al
Qur’an.” Akademika Vol. 19, No. 02, (n.d.).
Imam
Machali,. Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan,
Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif). 2016 ed. Program
Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, n.d.
Lukas
S. Musianto. “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif
dalam Metode Penelitian,” no. 2, 4 (n.d.).
M.
Alfatih Suryadilaga. “Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Analisis Komparatif Islam
dan Barat).” Akademika, n.d.
Mohammad
Mulyadi. “Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Pemikiran Dasar
Menggabungkanya,” no. 1, 12 (n.d.).
Siti
Nurjanah. “Kosmologi dan Sains dalam Islam” Akademika, 18, no. 1 (n.d.).
Stefanus
St. “Bagaimana Cara Menyusun Proposal Tesis Teknik Informatika,” n.d., 1.
[1] Imam
Machali, Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan,
Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif), 2016 ed. (Program
Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, n.d.), bk. hal 25.
[3] Mohammad
Mulyadi, “Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Pemikiran Dasar
Menggabungkanya,” no. 1, 12 (n.d.): hal. 128.
[4] Dedi
Wahyudi, “Islam dan Dialog Antar Kebudayaan (Studi Dinamika Islam di Dunia
Barat),” Akademika Vol. 1, No. 2 (n.d.): hal. 247.
[5] Vina
Salviana ., Pedoman Pelaksanaan Penelitian Internal Pengusulan Hak Kekayaan
Intelektual dan Publikasi Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Malang,
2014 ed. (Direktoraat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas
Muhammadiyah Malang, n.d.), 2.
[6] Lukas
S. Musianto, “Perbedaan Pendekatan Kuantitatif dengan Pendekatan Kualitatif
dalam Metode Penelitian,” no. 2, 4 (n.d.): hal. 124.
[7] Ahmad
Rajafi, “Islam dan Kearifan Lokal (Pembaharuan Hukum Keluarga di Indonesia
Model Inkulturasi Wahyudan Budaya Lokal)” Akademika, 21 (n.d.): hal. 72.
[8] Akla,
“Deasain materi ajar Bahasa Arab
Berbasis Cerita Rakyat untuk Tingkat Madrasah Ibtidaiyah,” 2016, 01,
Akademika, vol 21 (n.d.): hal.154.
[9] Imam
Machali, Metode Penelitian Kuantitatif (Panduan Praktis Merencanakan,
Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif), 128.
[11] M.
Alfatih Suryadilaga, “Perkembangan Ilmu Pengetahuan (Analisis Komparatif Islam
dan Barat),” Akademika, n.d., hal. 4.
[12] Siti
Nurjanah, “Kosmologi dan Sains dalam Islam” Akademika, 18, no. 1 (n.d.): hal. 30.
[13] Ida
Umami, “Hakekat Penciptaan Manusia dan Pengembangan Dimensi Kemanusiaan serta
Urgensinya Terhadap Perkembangan dan Kelestarian Lingkungan dakam Prespektif Al
Qur’an,” Akademika Vol. 19, No. 02, (n.d.): hal. 357.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar